Posted by
Bu Pun Su
|
Posted in
ngelantur
|
Posted on
03.26
"... setiap orang kebanyakan mempunyai keranjang kukusan sendiri, juga mempunyai belenggu sendiri, "..."Hanya sedikit sekali orang yang mampu melepaskan belenggu sendiri"
...
"... cara bagaimana dapat kau lepaskan belenggumu itu?"
...
"Ah, aku sudah dapat menembus jalan pikiran ini."
...
"Seseorang bila sudah dapat menembus pikirannya yang tersesat, imbalan yang sudah dikeluarkannya pasti tidak sedikit..."
dari Si Pisau Terbang, Gan KL
Posted by
Bu Pun Su
|
Posted in
ngelantur
|
Posted on
07.34
..."Bergeming pun tidak, darimana kau bisa menilai bahwa dia seorang kosen?"
"Justru karena dia tidak bergeming, maka dia adalah orang kosen yang tiada bandingan di dunia ini."
"Apakah tidak bergerak lebih sukar dari bergerak?"
"Jauh lebih sukar."
"Aku tidak mengerti."...
..."Dia tidak bergerak, apakah kau tidak punya peluang untuk menyerangnya?"
"Tidak bergerak berarti bergerak, titik terakhir dari segala perubahan gerak itu adalah tidak bergerak."
"Terlalu banyak lubang kelemahan, akhirnya berubah tiada lubang kelemahan, karena bila sekujur badan seperti sudah kosong hampa tanpa isi, maka kau takkan tahu darimana kau harus turun tangan."...
dikutip dari Peristiwa Bulu Merak, Gan KH
Posted by
Bu Pun Su
|
Posted in
ngelantur
|
Posted on
09.17
Kemarin, seorang teman berkomentar lewat chat, "kegagalan adalah sukses yang tertunda". Jadinya langsung teringat dengan postingan sebelumnya (refer: Kegagalan adalah enjoy yang tertunda). Langsung saja, aku balas dengan "sukses adalah kegagalan yang tertunda". Kalau bingung, lihat kembali aja postingan sebelumnya.
Intinya, kalau x = y, maka y = x kan? Jadi pada dasarnya, kita tak pernah tau apakah yang akan terjadi ke depan. Apakah setelah kegagalan bakal muncul kesuksesan? Apakah setelah kesuksesan bakal muncul kegagalan?
Yah...tetap tidak ada kepandaian....
Posted by
Bu Pun Su
|
Posted in
oplosan
|
Posted on
13.22
Aku ingin menanya, dalam dunia,
Cinta sebenarnya benda apa,
Yang membikin pemuda-pemudi, matipun rela,
Satu ke selatan, satu ke utara,
Dua-dua jauh mengembara,
Jauh mengembara, sudah berapa tahunkah?
Berkumpul menerbitkan kegirangan,
Berpisah menimbulkan penderitaan.
Karena itu, pemuda-pemudi jadi hilang ingatan.
Kau harus memberitahu,
Sesudah melalui awan putih berlaksa li dan ribuan gunung yang tertutup salju,
Siapakah yang dicari olehmu?
(Sin Tiauw Hiap Lu, Boe Beng Tjoe)
Posted by
Bu Pun Su
|
Posted in
ngelantur
|
Posted on
11.01
Tadi pagi dengar radio yang kebetulan dengan narasumber Rhenald Kasali. Topik pembahasan sebenarnya lebih cenderung mengenai krisis yang sedang kita hadapi termasuk bagaimana kita melihat dan mengantisipasinya..halah...
Tapi yang menarik justru adalah dalam percakapan tersebut, Rhenald sempat menyinggung masalah progress paradox. Progress paradox kurang lebih berarti bahwa progress atau kemajuan pada dasarnya ada dan terjadi namun tidak pernah terasakan bahwa progress itu ada dan terjadi. Mmm.. menarik. Mungkin seperti sekarang ini. Pemerintah sering meng-klaim ada beberapa kemajuan. Sepertinya masyarakat merasa tidak mengalaminya. Entah ini klaim pemerintah menggunakan dasar yang beda atau bagaiamana, tidak tahulah.... hehehe.
Berikutnya adalah mengenai kritis. Hal ini dipertentangkan dengan optimisme. Kalau yang disampaikan itu yang positif untuk menuju optimis itu jadi tidak menarik alias tidak kritis. Jadi biar kritis harus menyampaikan yang negatif-negatif. Hahahaha....
Ya itulah laporan hari ini..., Maaf kalau salah kutip. Harap maklum.. tidak ada kepandaian.