tidak bergeming

Posted by Bu Pun Su | Posted in | Posted on 07.34

..."Bergeming pun tidak, darimana kau bisa menilai bahwa dia seorang kosen?"
"Justru karena dia tidak bergeming, maka dia adalah orang kosen yang tiada bandingan di dunia ini."
"Apakah tidak bergerak lebih sukar dari bergerak?"
"Jauh lebih sukar."
"Aku tidak mengerti."...

..."Dia tidak bergerak, apakah kau tidak punya peluang untuk menyerangnya?"
"Tidak bergerak berarti bergerak, titik terakhir dari segala perubahan gerak itu adalah tidak bergerak."
"Terlalu banyak lubang kelemahan, akhirnya berubah tiada lubang kelemahan, karena bila sekujur badan seperti sudah kosong hampa tanpa isi, maka kau takkan tahu darimana kau harus turun tangan."...

dikutip dari Peristiwa Bulu Merak, Gan KH

Kegagalan adalah sukses yang tertunda

Posted by Bu Pun Su | Posted in | Posted on 09.17

Kemarin, seorang teman berkomentar lewat chat, "kegagalan adalah sukses yang tertunda". Jadinya langsung teringat dengan postingan sebelumnya (refer: Kegagalan adalah enjoy yang tertunda). Langsung saja, aku balas dengan "sukses adalah kegagalan yang tertunda". Kalau bingung, lihat kembali aja postingan sebelumnya.

Intinya, kalau x = y, maka y = x kan? Jadi pada dasarnya, kita tak pernah tau apakah yang akan terjadi ke depan. Apakah setelah kegagalan bakal muncul kesuksesan? Apakah setelah kesuksesan bakal muncul kegagalan?

Yah...tetap tidak ada kepandaian....

puisi...

Posted by Bu Pun Su | Posted in | Posted on 13.22

Aku ingin menanya, dalam dunia,
Cinta sebenarnya benda apa,
Yang membikin pemuda-pemudi, matipun rela,
Satu ke selatan, satu ke utara,
Dua-dua jauh mengembara,
Jauh mengembara, sudah berapa tahunkah?
Berkumpul menerbitkan kegirangan,
Berpisah menimbulkan penderitaan.
Karena itu, pemuda-pemudi jadi hilang ingatan.

Kau harus memberitahu,
Sesudah melalui awan putih berlaksa li dan ribuan gunung yang tertutup salju,
Siapakah yang dicari olehmu?

(Sin Tiauw Hiap Lu, Boe Beng Tjoe)

progress paradox dan negativisme criticism

Posted by Bu Pun Su | Posted in | Posted on 11.01

Tadi pagi dengar radio yang kebetulan dengan narasumber Rhenald Kasali. Topik pembahasan sebenarnya lebih cenderung mengenai krisis yang sedang kita hadapi termasuk bagaimana kita melihat dan mengantisipasinya..halah...

Tapi yang menarik justru adalah dalam percakapan tersebut, Rhenald sempat menyinggung masalah progress paradox. Progress paradox kurang lebih berarti bahwa progress atau kemajuan pada dasarnya ada dan terjadi namun tidak pernah terasakan bahwa progress itu ada dan terjadi. Mmm.. menarik. Mungkin seperti sekarang ini. Pemerintah sering meng-klaim ada beberapa kemajuan. Sepertinya masyarakat merasa tidak mengalaminya. Entah ini klaim pemerintah menggunakan dasar yang beda atau bagaiamana, tidak tahulah.... hehehe.

Berikutnya adalah mengenai kritis. Hal ini dipertentangkan dengan optimisme. Kalau yang disampaikan itu yang positif untuk menuju optimis itu jadi tidak menarik alias tidak kritis. Jadi biar kritis harus menyampaikan yang negatif-negatif. Hahahaha....

Ya itulah laporan hari ini..., Maaf kalau salah kutip. Harap maklum.. tidak ada kepandaian.

Harga BBM dan Tarif Angkutan Umum

Posted by Bu Pun Su | Posted in | Posted on 17.15

Semua pasti sudah tahu bahwa pemerintah sudah menurunkan harga BBM 3x, @Rp500. Efeknya jelas, langsung jadi iklan PD.

Masalahnya, logikanya, jika harga bbm turun maka yang paling cepat turun harusnya tarif angkutan umum. Lha kok lama ya turunnya? Kok ga otomatis turun ya, mesti pakai SK dsb. Kalo pas naik, lha kok cepet ikutan naik. Malah demo-demo segala yang notabene, konsumen alias penumpang yang rugi, harus jalan atau naik ojek. Seharusnya kalau tarif ga turun-turun konsumen yang gantian demo organda... hehehehe

Lha mengenai hal ini, bapakku malah komentar: mending harga bbm ga usah diturunin aja sekalian. Biar nambah pendapatan negara. Hahaha yang ini aku setuju banget. Daripada tarif angkutan umum plus harga barang-barang yang ga mau turun-turun, mending harga bbm ga usah diturunin sekalian. Lumayan buat nambah pendapatan negara!!

Tapi pasti ide ini bakal tidak disetujui. Dengan mudah dapat ditebak para anggota legislatif pasti berlomba-lomba minta diturunkan harga bbm itu. Alasannya pro rakyat... Hahaha padahal meneketehe... Kalau saya jadi presiden, pasti juga bakal mengambil keputusan seperti Bapak Presiden. Meski tahu bahwa harga-harga tidak otomatis turun mengikuti harga turunnya harga bbm, daripada dijegal-jegal terus sama anggota legislatif mending harga bbm diturunin, lumayan dapat jadi iklan gratis kampanye...hahahaha

Ya apapun itu, ini juga analisis ga jelas... maklum tidak ada kepandaian