Aku ingin menanya, dalam dunia,
Cinta sebenarnya benda apa,
Yang membikin pemuda-pemudi, matipun rela,
Satu ke selatan, satu ke utara,
Dua-dua jauh mengembara,
Jauh mengembara, sudah berapa tahunkah?
Berkumpul menerbitkan kegirangan,
Berpisah menimbulkan penderitaan.
Karena itu, pemuda-pemudi jadi hilang ingatan.
Kau harus memberitahu,
Sesudah melalui awan putih berlaksa li dan ribuan gunung yang tertutup salju,
Siapakah yang dicari olehmu?
(Sin Tiauw Hiap Lu, Boe Beng Tjoe)
progress paradox dan negativisme criticism
Posted by Bu Pun Su | Posted in ngelantur | Posted on 11.01
Tadi pagi dengar radio yang kebetulan dengan narasumber Rhenald Kasali. Topik pembahasan sebenarnya lebih cenderung mengenai krisis yang sedang kita hadapi termasuk bagaimana kita melihat dan mengantisipasinya..halah...
Tapi yang menarik justru adalah dalam percakapan tersebut, Rhenald sempat menyinggung masalah progress paradox. Progress paradox kurang lebih berarti bahwa progress atau kemajuan pada dasarnya ada dan terjadi namun tidak pernah terasakan bahwa progress itu ada dan terjadi. Mmm.. menarik. Mungkin seperti sekarang ini. Pemerintah sering meng-klaim ada beberapa kemajuan. Sepertinya masyarakat merasa tidak mengalaminya. Entah ini klaim pemerintah menggunakan dasar yang beda atau bagaiamana, tidak tahulah.... hehehe.
Berikutnya adalah mengenai kritis. Hal ini dipertentangkan dengan optimisme. Kalau yang disampaikan itu yang positif untuk menuju optimis itu jadi tidak menarik alias tidak kritis. Jadi biar kritis harus menyampaikan yang negatif-negatif. Hahahaha....
Ya itulah laporan hari ini..., Maaf kalau salah kutip. Harap maklum.. tidak ada kepandaian.
Harga BBM dan Tarif Angkutan Umum
Posted by Bu Pun Su | Posted in ngelantur | Posted on 17.15
Semua pasti sudah tahu bahwa pemerintah sudah menurunkan harga BBM 3x, @Rp500. Efeknya jelas, langsung jadi iklan PD.
Masalahnya, logikanya, jika harga bbm turun maka yang paling cepat turun harusnya tarif angkutan umum. Lha kok lama ya turunnya? Kok ga otomatis turun ya, mesti pakai SK dsb. Kalo pas naik, lha kok cepet ikutan naik. Malah demo-demo segala yang notabene, konsumen alias penumpang yang rugi, harus jalan atau naik ojek. Seharusnya kalau tarif ga turun-turun konsumen yang gantian demo organda... hehehehe
Lha mengenai hal ini, bapakku malah komentar: mending harga bbm ga usah diturunin aja sekalian. Biar nambah pendapatan negara. Hahaha yang ini aku setuju banget. Daripada tarif angkutan umum plus harga barang-barang yang ga mau turun-turun, mending harga bbm ga usah diturunin sekalian. Lumayan buat nambah pendapatan negara!!
Tapi pasti ide ini bakal tidak disetujui. Dengan mudah dapat ditebak para anggota legislatif pasti berlomba-lomba minta diturunkan harga bbm itu. Alasannya pro rakyat... Hahaha padahal meneketehe... Kalau saya jadi presiden, pasti juga bakal mengambil keputusan seperti Bapak Presiden. Meski tahu bahwa harga-harga tidak otomatis turun mengikuti harga turunnya harga bbm, daripada dijegal-jegal terus sama anggota legislatif mending harga bbm diturunin, lumayan dapat jadi iklan gratis kampanye...hahahaha
Ya apapun itu, ini juga analisis ga jelas... maklum tidak ada kepandaian
paradoks antrian: 2 jam di tugu - sabarnya orang jogja
Posted by Bu Pun Su | Posted in ngelantur | Posted on 09.30
Dulu waktu kuliah pernah belajar mengenai teori antrian. Kalau tidak salah untuk mengatasi masalah antrian paling tidak ada 2 cara: menambah server atau memperluas ruang tunggu antrian.
Beberapa hari yang lalu (dan beberapa minggu yang lalu) kita sekeluarga terpaksa antri 2 jam di stasiun tugu jogjakarta hanya untuk beli tiket kereta api ke jakarta. Antri di depan kita ada sekitar 200-an orang (berdasarkan nomor urut antrian kita). Menurutku, dengan antrian sepanjang itu harusnya sudah dipikirkan solusinya dong.
Kalau kita lihat kondisi di stasiun: sudah tersedia 6 loket dan ruang tunggu yang luas (aku ga tau persisnya berapa) meski dengan tempat duduk terbatas. Yang bikin kesal adalah dari 6 loket tersedia kok cuman diisi oleh 2 server saja???
Aneh.. Lha sudah tau antrinya segitu panjangnya kok ga dibuka 4 loket lainnya.
Analisis ngawurku:
Dari yang terjadi disana, ini aku coba untuk menganalisis ngawur apa yang dipikirkan atau yang terjadi disana.
1. Penghematan. Dengan hanya mempekerjakan 2 server, kan jadi irit. Tentunya dengan menaikkan gaji ke-2 orang server itu. Misal gaji 1 server = Rp x. Dengan menaikkan gaji 2 server itu jadi Rp 2x/orang = Rp 4x, maka tetap hemat to cuman nambah Rp 2x. Daripada harus menambah Rp 4x untuk 4 orang lagi. Tidak peduli customer mo antri seperti apa. Wong orang ngayojakarta hadiningrat itu kan orangnya sabar2. Ngantri 2 jam ora apa apa.
2. Rusak. Mungkin aja perangkat yang 4 loket itu pada rusak. Yang bisa jalan ya cuman 2 itu. Mereka nggak ngerti cara betulinnya. Makanya yo wis pakai 2 saja. Wong orang ngayojakarta hadiningrat itu kan orangnya sabar2. Ngantri 2 jam ora apa apa.
Kesimpulan ngawur: Kita harus tahu karakter customer kita. Jadi kita bisa memanfaatkan kondisi customer untuk memaksimal keuntungan ekonomis kita....